Lampung Selatan--, 13 Februari 2026 – Aktivitas dugaan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal kembali mencoreng citra wilayah Desa Kogop, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Saat awak media melakukan investigasi lapangan, terlihat salah satu lokasi yang diduga sebagai gudang penampungan BBM ilegal beroperasi dengan terang-terangan, seolah tidak takut dengan hukum.
Beberapa warga sekitar mengakui bahwa lokasi tersebut memang digunakan sebagai tempat penampungan, yang mereka sebut "minyak mas". Selain itu, informasi yang lebih mengejutkan terungkap bahwa pemilik gudang diduga bernama Zainal, seorang anggota Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Laut (TNI-AL).
Jika benar pemilik gudang BBM ilegal tersebut adalah seorang anggota TNI-AL, maka hal ini tentu saja sangat memprihatinkan dan menciderai nama baik institusi TNI.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat dampak negatif BBM ilegal terhadap keamanan energi nasional, penerimaan negara, serta risiko bahaya kebakaran dan pencemaran lingkungan. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Pengawas Pengelolaan Bahan Bakar Minyak (Migas) terkait temuan ini.
Tim Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang sebelumnya telah menangani berbagai kasus BBM ilegal juga diperkirakan akan terlibat dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jalur distribusi, sumber pasokan, serta jaringan yang mendukung aktivitas tersebut.
Masyarakat mendesak agar pihak berwenang segera melakukan tindakan tegas terhadap pemilik dan pengelola gudang BBM ilegal tersebut. Jika pemiliknya terbukti adalah seorang anggota TNI-AU, maka harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dan diberikan sanksi yang seberat-beratnya.
"Kami meminta Kapolda Lampung, Kementerian ESDM, dan Bareskrim Polri untuk segera bertindak. Jangan biarkan praktik ilegal ini terus merajalela dan merugikan negara serta masyarakat," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya karena khawatir akan intimidasi.
Media ini akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memastikan keadilan ditegakkan. (Tim)