#Nasib 219 Mantan Pekerja PT Ciomas Jafpa Food di Ujung Tanduk; Kontrak Berakhir, Status Belum Jelas#


Sidomulyo, Lampung Selatan – Nasib 219 orang tenaga kerja yang sebelumnya tergabung melalui perusahaan vendor penyalur tenaga kerja di lingkungan PT Ciomas Japfa Food kini berada dalam ketidakpastian. Hal ini menyusul berakhirnya perjanjian kerja sama antara pihak manajemen dengan perusahaan penyalur tenaga kerja tersebut, sehingga status mereka belum mendapat kejelasan apakah akan diberhentikan secara resmi atau dapat dipekerjakan langsung oleh perusahaan induk.

 

PT Ciomas Japfa Food yang beroperasi di bawah naungan PT Ciomas Adisatwa – anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk – bergerak di bidang agribisnis terintegrasi, khususnya industri perunggasan. Perusahaan ini mengelola rumah potong ayam dan pengolahan hasil ternak yang memproduksi daging ayam karkas serta berbagai produk olahan seperti sosis, nugget, dan bakso. Keberadaannya selama ini menjadi tumpuan hidup utama bagi sebagian besar warga sekitar Sidomulyo, Lampung Selatan.

 

Namun, situasi berubah sejak kontrak kerja sama dengan vendor berakhir. Hingga kini belum ada kepastian apakah para pekerja lama akan dipertahankan atau dilepas sepenuhnya. Kondisi ini makin menimbulkan kekecewaan setelah muncul informasi bahwa perusahaan tetap beroperasi normal namun terlihat mempekerjakan tenaga kerja yang baru dan umumnya para pekerja yang baru ini dari luar daerah secara diam-diam.

 

Seorang mantan pekerja yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas produksi di pabrik tetap berjalan seperti biasa. "Masih beroperasi dan produksi jalan terus. Tapi yang saya lihat, banyak yang bekerja sekarang justru orang orang baru  dan banyak dari luar daerah, bukan warga sekitar. Kenapa kami yang sudah lama bekerja tidak diajak lagi? Alasannya apa, kami tidak diberi tahu. Ini jelas membuat kami kecewa," ujarnya.

 

Ia juga menyebutkan mendengar kabar bahwa perusahaan kini membuka kesempatan kerja secara langsung tanpa vendor dengan sistem harian lepas. Namun, pembukaan tersebut tidak disampaikan terlebih dahulu kepada para pekerja lama yang sudah terbiasa menangani pekerjaan di sana. "Kalau memang butuh tenaga baru, kenapa tidak kami yang didahulukan informasinya? Sebagian besar warga sini menggantungkan hidup di perusahaan ini," tambahnya.

 

Merespons ketidakpastian ini, perwakilan mantan pekerja, Amirudin, menyatakan bahwa pihaknya bersama 219 orang rekan rekannya akan mendatangi kantor perusahaan pada hari Senin besok. Kunjungan ini bertujuan untuk meminta penjelasan secara langsung kepada pihak manajemen.

 

"Ada dua hal utama yang akan kami tanyakan. Pertama, transparansi mengenai alasan pemutusan hubungan kerja sepihak ini. Kedua, jika benar perusahaan membuka rekrutmen baru secara langsung tanpa vendor kami tak ada masalah bahkan dengan sistem harian lepas yang terapkan oleh perusahaan, sederhana sajan kami meminta agar 219 orang ini diprioritaskan dan diterima kembali bekerja itu saja," tegas Amirudin yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan.

 

Ia menegaskan bahwa keberadaan perusahaan seharusnya memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar, bukan hanya meninggalkan dampak lingkungan saja. "Jangan sampai kami hanya merasakan dampak pencemaran lingkungan,bau aroma busuk dari limbahnya saja, tapi tidak mendapatkan manfaat ekonomi. Kalau alasannya untuk efisiensi, itu tidak terlihat karena operasional tetap berjalan lancar dan justru membuka lowongan baru tenaga kerja baru. Kami tidak keberatan dengan vendor atau tidaknya Bahakan dengan sistem kerja baru, asalkan kami juga diberi kesempatan yang sama," lanjutnya.

 

Amirudin juga mengundang awak media untuk hadir mendampingi pertemuan tersebut guna memantau perkembangan dan mendengarkan penjelasan resmi dari pihak manajemen PT Ciomas Japfa Food secara langsung.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama